Hubungan

Parentnial TV

Recommended

Kehamilan

Powered by Blogger.
Anak-Anak Mendengar dengan Mata, Tidak dengan Telinga Mereka

On Thursday, July 19, 2018

SALAH satu pelajaran paling mendalam yang Saya ajarkan ialah: “Anak-anak mendengar dengan mata mereka, tidak dengan telinga mereka.”

Jika Anda menasihati anak Anda mengenai bahaya merokok, sementara Anda memegang rokok di tangan Anda, ucapan Anda tidak akan berpengaruh apa-apa, terlepas dari seberapa benarnya. Anak Anda akan melihat apa yang ada di tangan Anda dan mengambil pelajaran dari itu, mengabaikan apapun yang Anda katakan.


Ilustrasi/ source: Unplash

Dengan cara yang sama, alasan mengapa anak Anda mungkin tidak peduli tentang al-Quran meskipun Anda membawa mereka ke 5 sekolah Islam berbeda ialah karena Anda sendiri tidak tahu cara membacanya, tidak pula Anda melakukan upaya aktif untuk melakukannya. Kemunafikan tidak akan hilang dari anak-anak. Tidak akan pernah.

Bahkan jika mereka belajar bagaimana secara fisik membaca, menulis, dan menghafalkan, itu tidak menembus hati mereka.

Di sisi lain, saya mengenal beberapa orang tua yang membaca dan menghafalkan Quran setiap hari sebagai bagian dari gaya hidup mereka, dan anak-anak mereka (yang baru saja belajar berjalan) berupaya membaca Quran tanpa pernah disuruh. Anak-anak mereka di bawah umur 10 tahun telah menghafal sebagian besar Quran tanpa pernah dipaksa.

Apakah Anda suka atau tidak, Anda adalah role model terbesar mereka dalam setiap hal yang Anda lakukan, secara sadar dan tidak sadar.

Ini tidak hanya berlaku pada anak-anak. Beginilah cara kerja manusia. Anda melihat beberapa orang –baik bos, ayah, atau orang tua– berteriak dan menjerit demi penghormataan yang akhirnya tidak mereka dapatkan, sementara Anda juga melihat orang lain mendapatkan rasa hormat tanpa pernah mereka meminta atau menuntut. Itu karena mereka mempraktekkan apa yang mereka nasihatkan.

Sulit mengeluh pada atasan Anda tentang datang ke kantor pada jam 9 pagi ketika Anda melihat dia datang pada jam 8 pagi. Sulit memberitahu ayah Anda mengapa membaca 1 jus sehari terlalu banyak ketika dia membaca 2 jus sehari.

Bahkan, semakin Anda membuktikan nasihat Anda melalui tindakan, Anda tidak akan banyak bicara. Ketika teman Anda melihat bagaimana Anda memaafkan seseorang yang tidak pantas dimaafkan, itu adalah pelajaran hidup mereka, tanpa satu patah katapun dikeluarkan. Ketika mereka menjadi seseorang yang lebih besar, mereka tidak perlu datang ke Anda untuk meminta nasihat; Anda telah menasihati mereka lebih dalam dari pada kata-kata Anda.

Aisyah (semoga Allah merahmatinya) menggambarkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam sebagai al-Quran berjalan. Itulah mengapa para sahabat memujanya.

Ketika Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam shalat dengan sangat lama hingga kakinya membengkak, Aisyah bertanya mengapa dia melakukannya padahal dosanya di masa lampau dan masa depan telah dimaafkan, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam menjawab, “bukankah seharusnya Aku menjadi budak yang bersyukur?

Ketika para sahabat membangun parit dan memberitahu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam betapa laparnya mereka, menunjukkan padanya batu yang mereka ikat di perut mereka untuk menahan lapar, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam mengangkat bajunya dan memperlihatkan pada mereka dua batu yang dia ikat di perutnya. Para sahabat kemudian kembali bekerja.

Dialah adalah pria yang tidur di kasur keras yang bahkan meninggalkan bekas luka di punggungnya. Ketika dia mengatakan pada para sahabat untuk beribadah pada malam dan tidur sedikit, tidak ada satupun pertanyaan ditanyakan.

Jangan mengeluh tentang anak, pasangan, murid, atau karyawan Anda ketika solusinya tidak ditemukan melalui tindakan Anda sendiri.*

______
Artikel ditulis oleh Salah Sharief dari Ilmfeed diterjemahkan Nashirul Haq AR yang kami kutip dari laman Hidayatullah.com

Susu Kental Manis Aman Dikonsumsi tapi Bukan Untuk Balita

On Tuesday, July 10, 2018

BERITA simpang siur mengenai susu kental manis masih terus bergulir di masyarakat. Mereka yang khawatir terpaksa menahan diri untuk mengonsumsi susu kental manis.

Dalam jumpa pers Senin (9/7/2018), kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito mengungkapkan bahwa susu kental manis tetap bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Namun, susu kental manis bukan untuk pengganti susu bayi di bawah lima tahun.

"Susu kental manis tetap bisa dikonsumsi oleh masyarakat, tapi bukan untuk bayi di bawah lima tahun. Ini karena komposisi gizinya yang rendah dan kandungan gula serta lemaknya yang tinggi sehingga tidak cocok untuk pertumbuhan balita. Apalagi sebagai penganti ASI," kata Penny.

Beberapa produk susu kental manis menggunakan anak kecil sebagai media iklan, ini merupakan hal yang bisa menyesatkan apabila tidak segera diatur.

"Terdapat beberapa iklan dan label produk susu kental manis yang menggunakan anak kecil sebagai media iklan. Sehingga sekarang ini kita tengah mempersiapkan aturan tersebut yang melarang menampilkan gambar anak kecil di label dan iklan, agar masyarakat tidal salah persepsi tentang hal ini," tambah Penny.

"Dalam proses membuat susu kental manis itu hanya sedikit susu asli yang digunakan, lalu dikonsentrasikan dan diberi gula dan krimer sebagai bahan pengawet," jelasnya. (Detikhealth)

Viralmama! Perjuangan Ibu Selamatkan Putrinya Sebelum Tewas Terbakar di Bugangan

On Monday, July 09, 2018

RAUT kesedihan terlihat dari sorot mata Dorkas (75) pemilik rumah Jalan Bugangan Raya No. 23 A RT 04/ RW 15, Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, Senin (9/7/2018).

"Saya sedang menggunakan lampu teplok untuk menutup plastik," ujar Dorkas.

Dorkas biasanya menaruh obat-obatan yang telah diracik di dalam plastik di kamarnya yang terletak pada lantai dasar.

Untuk merekatkan plastik tersebut ia biasanya menggunakan lilin atau pun lampu teplok.

Tampak jelas kebakaran yang merenggut nyawa anak dan cucu Dorkas meninggalkan duka mendalam.

Hari ini Inafis Polrestabes Semarang dan Labfor mengambil sampel sisa dari puing-puing yang terbakar.

"Saya tidak menyangka tante akan secepat ini dipanggil. Minggu siang saya ketemu tante Linda," tutur Jane Chrestella, keponakan Linda Maria (47).

Jago merah Minggu malam melalap dengan cepat rumah kediaman Dorkas sekitar pukul 18.30 WIB.

"Waktu itu bahan bakar teploknya tumpah, saya ambil handuk untuk mengelapnya. Saya keluar kamar untuk mencari handuk lagi namun api sudah membesar," tutur Dorkas.

Saat itu ia langsung meminta pertolongan.

Linda Maria dan Karina sedang berada di lantai dua kala itu.

"Mendengar kata kobong, tante Linda ikut turun dan keluar bersama Nenek untuk meminta pertolongan," ujar Jane.

Mengingat Karin masih di lantai dua, Linda Maria naik kembali ke atas.

"Waktu sampai mau turun lagi di tangga apinya sudah semakin besar, jadi mereka naik lagi. Kala itu sudah ada yang menolong tapi keluar lagi karena tidak tahan dengan asap dan kobaran api," tutur para tetangga korban.

Nasib nahas tak bisa terelakkan dialami Linda Maria dan Karin. Terlihat bekas luka di pelipis kiri Dorkas.

"Nenek saya waktu keluar juga terseok-seok, menatap ke dinding. Waktu diselamatkan warga, nenek tak kuat berjalan dan sambil mengesot ditarik tetangga," jelas Jane Chrestella.

Jane Chrestella juga menambahkan jika daster yang dikenakan neneknya malam itu sempat tersambar si jago merah.

"Lutut nenek lecet, rambutnya juga sempat terkena sambaran api. Hari ini sebenarnya Karin baru masuk sekolah untuk ajaran baru, dia naik kelas empat," tutur Jane Chrestella menjelaskan dengan tegar kepada Tribunjateng.com.

Linda Maria merupakan anak terakhir dari lima bersaudara.

Nasib nahas menimpa ia dan anaknya kala hendak menyelamatkan diri dari kobaran api di lantai dasar yang telah terlanjur berkobar dengan cepat.

Hingga saat ini, jenazah masih berada di RSUP Dr. Kariadi. (Tribunnews)

Heboh Anak SD Hamili Siswi SMP, Lembaga Perlindungan Anak Akan Lakukan Pendampingan

On Tuesday, May 29, 2018

BERITA seorang siswa sekolah dasar (SD) menghamili siswi sekolah menengah pertama ( SMP) menjadi perhatian dari berbagai kalangan. 

Dalam berita yang viral beredar, siswi SMP tersebut kini tengah hamil dengan usia kandungan 6 bulan.  Kehamilan tersebut diketahui setelah pihak sekolah memeriksakan siswi tersebut ke Puskesmas setempat pada Sabtu (19/05/2018) karena siswi tersebut terlihat kurang sehat.



Petugas medis di Puskesmas menyatakan bahwa siswi tersebut positif Hamil. Pihak sekolah memberitahukan kejadian ini ke pihak keluarga. Setelah dilakukan pendekatan, akhirnya siswi tersebut mengaku siapa ayah bayi di kandungannya, yakni seorang siswa kelas V SD. 

Saat Ujian Winny Isnaeni, ketua Lembaga Perlindungan Anak Tulungagung, memberikan pendapatnya melalui saluran telepon kepada Kompas.com, Rabu (23/5/2018).

“Meski masih SD, usianya sudah 13 tahun karena beberapa kali tidak naik kelas. Sebetulnya di Jawa Timur banyak sekali kasus serupa dan di Tulungagung ini menjadi perhatian karena lelaki-nya masih SD,” terang Winny seperti dikutip Kompas.com.

Pihak keluarga siswa SD dan siswi SMP sebenarnya sepakat untuk menikahkan keduanya. Namun pihak kantor urusan agama (KUA) setempat menolak dengan alasan calon mempelai pria maupun wanita masih di bawah umur.

“Dengan menikahkan keduanya belum tentu sebagai jalan keluar. Bisa menjadi lebih baik, bisa jadi justru situasi tambah keruh. Pernikahan ada syarat khusus yang harus dipenuhi. Dan kedua ini masih anak-anak yang belum memahami arti sebuah pernikahan,” lanjut Winny.

Menurut dia, pihak lembaga perlindungan anak akan melakukan asesmen terlebih dahulu, bagaimana situasi kedua keluarga serta melakukan pendampingan. 

Menurut dia, pernikahan di bawah umur bisa menimbulkan masalah baru.  Secara psikologis sebagai orang tua, jika anaknya di luar nikah maka bentuk pertanggungjawabannya adalah menikahkan keduanya. 

Padahal di sisi lain, anak-anak tersebut menjalani asesmen guna pemetaan kebutuhan. Mereka juga butuh pemulihan secara psikologis yang harus ditangani oleh psikolog.

Winny melanjutkan, kasus yang dialami oleh siswa SD dan siswi SMP tersebut bukan melanggar undang-undang, akan tetapi merupakan pelanggaran hak atas anak-anak. 

“Setelah kami lakukan asesmen, lanjut ke pernikahan atau tidak kami serahkan kepada masing-masing orang tua,” pungkas Winny.

_____
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Heboh Anak SD Hamili Siswi SMP, Lembaga Perlindungan Anak Akan Lakukan Pendampingan", 

Mewariskan Nilai dan Karakter Kepada Anak Saat Buka Puasa, Kenapa Tidak?

On Saturday, May 26, 2018

JIKA kita memperhatikan sosial media, akan mudah kita temukan orang mengunggah foto buka bersama, tetapi jarang yang bersama anak-anaknya. Kebanyakan bersama rekan kerja, seprofesi, atau pun sekolega.

Ilustrasi buka puasa/ Source: Pexels

Padahal, buka puasa bersama keluarga, terutama bersama anak-anak adalah hal yang sangat penting. Kenapa? Di momentum tersebut, orang tua bisa melakukan transfer of value (transfer nilai).

Transfer of value adalah mentransfer nilai-nilai moral dan kebaikan. Pada saat-saat menjelang berbuka puasa, orang tua bisa menyampaikan kisah, nasihat atau pun hal-hal baru yang relevan secara psikologis buah hati. Hal ini tentu akan sangat mudah diingat, bahkan mungkin sangat berkesan bagi anak-anak.

Seperti yang saya alami kala buka bersama dengan anak-anak. Dan, memang saya selalu berupaya untuk bisa buka puasa bersama mereka.

Tatkala saya ajak berdoa bersama, setelah saya sampaikan nasihat singkat, anak pertama berkomentar, "Doanya barusan, sama seperti yang diajarkan ibu guru di sekolah. Doa ini berarti penting," ucapnya.

Kalimat, "Doa ini berarti penting" adalah sebuah respon positif dan betapa luar biasanya mementum buka puasa bersama. Saya yakin, sampai kapanpun momentum itu tidak akan pernah ia lupakan dalam kehidupannya.

Dan, bagaimana mereka tidak akan antusias dan terkesan dengan nasihat, kisah atau pun informasi baru yang disampaikan, sedangkan mereka dalam kondisi jiwa yang penuh kebahagiaan, karena tidak lama lagi akan ada kebersamaan untuk berbuka puasa.

Jadi, manfaatkanlah momentum ini untuk menguatkan nilai di dalam diri anak-anak kita, karena momentum berbuka puasa tidak saja sangat baik untuk berdoa, tetapi juga efektif untuk membangun kebersamaan dan menyampaikan pesan-pesan moral dalam diri anak.

Saat kita memanfaatkan momentum buka puasa bersama dengan anak-anak saat itu kita telah benar-benar menjaga keluarga sebagai pondasi moral dan adab masyarakat dalam nilai-nilai Islam. Family is the foundation of Islamic society. 

Menarik apa yang disampaikan oleh Billy Graham, bahwa, "The greatest legacy one can pass on to one's children and grandchildren is not money or other material things accumulated in one's life, but rather a legacy of character and faith."

Ungkapan di atas seakan memberikan penjelasan mengapa para Nabi dan Rasul sebagaimana diceriterakan oleh Al-Qur'an sangat menghendaki keimanan dan karakter positif di dalam diri anak-anak dan keluarganya. Karena itulah legacy (warisan) terbaik yang sangat penting.

Tentu saja telah jamak dipahami bahwa setiap orangtua punya kesibukan. Tetapi kesibukan apapun tidak akan ada artinya, jika tidak mengarahkan seluruhnya untuk terbangunnya keimanan dan karakter (character and faith) di dalam diri anak-anak kita.

Oleh karena itu, selagi bertemu Ramadhan, manfaatkan momentum buka bersama untuk mendorong anak-anak kita berkibar di masa depan, dengan iman dan karakter (akhlak) mereka.

Dan, untuk ini, kita hanya butuh 10 sampai 15 menit. Sayang, jika dilewatkan. Selamat mencoba.

IMAM NAWAWI ABU ILMIA

Merawat Nalar Kritis Anak dan Peran Penting Orangtua

On Thursday, May 24, 2018

ORANGTUA seringkali heboh (baca: tidak siap) ketika buah hatinya mulai berbicara dan berinteraksi dengan lingkungan kemudian pulang dengan "seabrek" pertanyaan kepada ibu-bapaknya.

Setiap manusia dilahirkan dengan bekal kemampuan berpikir yang sama, karena manusia dalam filsafat memang dikenal sebagai hewan yang berpikir.

Tetapi, soal pertumbuhan dan perkembangan kemampuan berpikir anak di antaranya ditentukan oleh faktor keluarga.

Ilustrasi anak bermain/ Source: Unplash

Bukankah telah menjadi pemahaman umum bahwa seorang anak selalu tertarik bertanya. Dari mulai bisa bicara, mereka pasti akan selalu bertanya, "Apa itu, apa ini." Meningkat sedikit, "Yah, pain," yang maksudnya ayah ngapain.

Suatu waktu seorang anak SD berumur 8 tahun membaca buku tentang istri Fir'aun. Karena ia kerap mendengar nama Fir'aun jahat, cerita istri Fir'aun itu jelas baru dan menumpuk gumpalan rasa penasaran dalam benaknya.

Setiba di rumah datang sang ayah ia sontak bertanya. "Yah, kenapa Fir'aun yang jahat punya istri yang sholehah?"

Mendengar pertanyaan itu, sang ayah yang sesungguhnya baru saja tiba di rumah setelah seharian bekerja menjawab, "Kalau menurut kamu kira-kira kenapa?"

Sang anak menjawab, "Tidak tahu."

Ayahnya pun menimpali, "Itu adalah cara Allah mendidik kita, bahwa iman atau hidayah itu adalah di tangan Allah. Biar Fir'aun ingin seluruh orang Mesir menyembah dirinya, Allah memberikan petunjuk kepada istrinya, sehingga sang istri justru beriman kepada Allah."

"Pelajaran yang bisa diambil," sang ayah melanjutkan, "Jangan sombong, karena kita pasti punya kelemahan. Kelemahan Fir'aun justru pada dirinya sendiri yang sangat tidak dia sadari. Kedua, jangan putus asa. Biar bagaimanapun keadaan, tetaplah beriman, sekalipun keluarga sendiri menentang. Lihatlah keteguhan Asiyah, istri Fir'aun itu."

Mendengar jawaban tersebut sang anak nampak puas, sekalipun sudah pasti tidak mungkin 100% paham sebagaimana orang dewasa mengerti.

Tetapi, setidaknya jawaban itu menjadi tangga bagi sang anak untuk terus kreatif bertanya. Dan, bukankah bertanya adalah pintu berpikir yang paling sederhana?

Persoalan akan menjadi runyam jika orangtua tidak siap, sehingga menjawab sekenanya. "Ah, kamu kan sudah baca, masak tidak tahu." Atau, "Udahlah nanti saja dibahas, ini baru pulang, capek tahu."

Maka psikologi anak merasa pertanyaan yang diajukannya tidak penting dan itu berarti dia telah salah membaca kisah, sehingga ia akan berkesimpulan, esok tidak perlu lagi membaca, apalagi bertanya. Faktanya, ia tak diakui dengan pertanyaan-pertanyaan yang sungguh dirinya benar-benar butuh jawaban.

Dari fakta yang demikian ini, para orangtua memang seharusnya tidak merasa harus berhenti membaca. Tetapi harus lebih meningkat lagi intensitas membacanya.

Bukankah kita ingin anak-anak tumbuh menjadi insan yang cerdas? Jika kita tak pernah menjawab pertanyaan anak-anak secara cerdas, dari mana harapan itu akan terwujud?

Jangan sampai kita menjadi orangtua yang gagal paham. Ingin anak cerdas, tetapi kita lupa menyiapkan diri menjadi mentor atau coach terbaik bagi anak. Atau lebih tragis lagi, seperti yang dilakukan Azar kepada putranya Ibrahim yang menjadi Nabi dan Rasul.

Kala sang anak banyak bertanya dan menyampaikan argumentasi, sedangkan dirinya tidak lagi memiliki stok pengetahuan, logika dan referensi untuk menjawabnya, ia berubah menjadi sosok yang seolah tak lagi mengenal putranya itu.

“Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama.” (QS. Maryam: 46).

Kisah dalam Alquran itu adalah fakta kehidupan, dimana orangtua mesti berpengetahuan, bijaksana dan siap berbeda pendapat dengan landasan ilmu, bukan emosi.

Beruntung jika anaknya memiliki keberanian seperti Ibrahim, jika tidak, anak-anak kita akan terkurung oleh ketidaktahuan orang tua namun memiliki tumpukan harapan besar kepada buah hatinya.

Oleh karena itu, mulai dari sekarang, bersiaplah menjadi orang tua, yang siap memberikan jawaban cerdas atas setiap pertanyaan kritis anak-anak kita. Selamat mencoba!

IMAM NAWAWI ABU ILMIA

Pentingnya Melewati Tahapan Merangkak Sebelum Balita Bisa Berjalan

On Wednesday, May 23, 2018

TIDAK ada orang di dunia ini yang sibuk seperti bayi berusia satu tahun, mungkin itulah tahun paling produktif sepanjang hidupnya.

Begitu banyak dan sangat berbeda adalah semua pengalamannya; dia naik turun dan menyentuh, mencium, merasakan, dan mencicipi hampir semua yang masuk ke dalam genggamannya.

Otaknya perlu menaruh beberapa keteraturan pada segudang pengalaman yang ia hadapi; itu perlu "file" dan mengatur area di mana budaya, keyakinan, ide, dan pengetahuan akan disimpan sepanjang kehidupan makhluk ini.

Ilustrasi anak tahap merangkak/ Unplash

Bayi terlalu sibuk: tanpa sepengetahuannya dia tumbuh dan sistem sarafnya semakin matang. Dia menyelesaikan ini dengan melakukan banyak kegiatan, termasuk beristirahat untuk menambah kekuatannya, melakukan gerakan tangan yang bahagia tetapi tidak diartikulasikan, dan menendang udara dengan kaki kecilnya.

Seiring berjalannya waktu, ia mampu memegangi kepalanya dan mengamati dunia yang mengelilinginya dengan pandangan yang lebih horizontal dan vertikal.

Setelah menyelesaikan tugas ini, dia tidak lagi puas hanya dengan berbaring — dia akan memperkaya dunianya dengan tetap tegak, mendapatkan perspektif dan kedalaman ruang dan objek.

Dunia tri-dimensi ini membanjiri otaknya dengan rangsangan yang harus ditata ulang, belajar, dan belajar kembali setiap saat. Sadar dia tidak tahu apa yang dia lihat atau sentuh tetapi organisme ajaib ini akan menyimpannya dan menyimpannya.

Dia begitu terpesona dengan semua yang mengelilinginya, dia tidak sadar bahwa tulang belakangnya menguat. Sekitar usia enam bulan, ia bisa duduk sendiri dan mendapatkan kekuatan dan kebebasan untuk lengannya, memberinya lebih banyak pilihan dalam gerakan dan kegiatan untuk memperkaya dunianya.

Kegembiraan bermain - melempar dan meraih benda-benda dan mainan yang lebih jauh dan lebih jauh darinya membuatnya mendambakan lebih banyak dan ini adalah bagaimana dia pertama kali menemukan "bergulir" dan akhirnya, mulai merangkak.

Hampir semua orang tua menerima bahwa merangkak adalah tonggak yang harus dikuasai oleh semua bayi, tetapi terlepas dari itu, tidak banyak yang menyadari mengapa hal itu sangat penting, atau bagaimana memotivasi bayi mereka untuk mencapai dan mendapatkan manfaat paling banyak dari keterampilan ini.

Sangat umum mendengar beberapa orang tua mengatakan bahwa bayi mereka tidak merangkak atau tidak mau merangkak. Dalam banyak kasus, hal ini karena orang tua tidak punya waktu untuk menstimulasi bayi mereka dengan baik untuk mengembangkan keterampilan ini.

Juga, karena dalam jadwal sibuk kita, kita memerlukan bayi untuk berjalan dalam waktu yang sangat singkat, kami memotong mereka dari tahap utama dalam perkembangan fisik dan neurologis mereka dengan menempatkan mereka dalam alat bantu jalan atau memaksa mereka berjalan lebih awal.

Merangkak tidak hanya berarti cara baru untuk bergerak: ketika ia bergerak dari satu sisi ke sisi lain, banyak hal yang sangat menarik terjadi di dalam kepala kecilnya.

Semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa merangkak memiliki hubungan penting antara perkembangan fisik dan neurologis bayi yang, di masa depan, akan menjadi sangat penting dalam kinerja akademik dan ekstra-akademiknya.

Perayapan memungkinkan bayi untuk membuat koneksi antara kedua belahan otak. Ketika bayi mengoordinasikan gerakannya untuk bergerak ke satu arah, ia kebanyakan pertama menggerakkan lengan kanan dan kaki kiri dan kemudian lengan kiri dengan kaki kanan dalam gerakan balas; ini disebut pola cross-crawl.

Impuls saraf motorik ke ekstremitas berasal dari setiap sisi korteks otak dan lintas di batang otak di area yang disebut corpus callosum untuk memasok aktivitas motorik yang diperlukan ke ekstremitas yang berlawanan.

Ini berarti bahwa ketika bayi merangkak, kedua belahan otak harus berkomunikasi dan bertukar informasi dengan sangat cepat. Apa yang membuat ini luar biasa adalah bahwa pola yang sama ini, atau rute neurologis, adalah sama yang nantinya akan digunakan untuk melakukan tugas yang lebih sulit, seperti berjalan, berlari, melewati satu objek dari satu tangan ke tangan lainnya, atau bahkan mencatat di kelas sambil mendengarkan guru.

Tubuh bayi harus tetap seimbang dan maju dengan teratur dan teratur. Sumbu yang terbentuk antara sendi pinggul dan bahu harus berputar berlawanan satu sama lain saat bayi merangkak menyebabkan beberapa puntir di tulang belakang bayi.

Torsi ini akan menguatkan dan memodelkan struktur tulang belakang, mempersiapkan mereka untuk postur yang ereksi ketika bayi mulai berjalan.

Lengkungan tulang belakang, terutama yang di leher dan daerah punggung bawah, akan mulai terbentuk, pengaturan dasar untuk model tulang belakang yang benar yang akan mengakomodasi untuk fungsi tulang belakang dan postur yang tepat.

Hal itu sangat penting bagi dokter chiropractic karena ini mengatur awal dari tulang belakang yang sehat.

Selain itu, ketika bayi merangkak, tubuhnya melawan berat gravitasi, mengembangkan sistem vestibular dan propioceptive-nya.

Selanjutnya, ketika merangkak, bayi menyentuh permukaan dan tekstur yang berbeda dan ini akan mengembangkan kepekaan telapak tangan dan jari-jarinya, memungkinkan dia di masa depan untuk memegang dan memegang benda-benda kecil seperti pensil atau krayon untuk menggambar, menulis, atau memainkan musik instrumen. Kedua sistem ini akan sangat penting dalam perkembangan neurologis dan kognitif masa depannya.

Area lain di mana merangkak sangat penting adalah aspek visual perkembangan bayi. Perayapan membantu bayi mengukur dunia yang mengelilinginya; jarak antara mata dan tangannya ketika ia berada dalam posisi merangkak akan menjadi fundamental dalam segala hal yang dilakukannya dan akan berdampak pada perkembangan masa depannya. Ini disebut konvergensi optik, yang membantu kita untuk mengetahui pada jarak apa suatu objek berada, volumenya, dan ukurannya.

Situasi itu membantu bayi untuk mengetahui bagaimana jarak dari sofa ke lantai dan apakah aman untuk turun wajah atau kaki terlebih dahulu. Kemampuan ini akan menjadi penting di masa depan untuk melihat dengan jelas hal-hal yang dekat, seperti huruf dan gambar dalam buku, atau hal-hal yang jauh, seperti kata-kata atau gambar di kelas dan dapat menampung jauh dan dekat objek secara instan.

Mengetahui jarak dan volume benda juga akan membantunya dengan teka-teki dan permainan asah otak dan juga akan menjadi dasar untuk membaca dan menulis keterampilan.

Jadi, visi teropong dan stereoskopik, konvergensi, dan akomodasi semuanya akan dikembangkan dengan merangkak, yang pada waktunya membantu si bayi memecahkan masalah, melompati rintangan, dan memahami hubungan spasial.

Seperti yang dinyatakan sebelumnya, merangkak menciptakan koneksi neurologis yang berselang-seling antara belahan otak kanan dan kiri; semakin banyak bayi merangkak semakin cepat koneksi ini akan bertukar informasi.

Proses ini akan mengubah otak dan menghasilkan fenomena lateralisasi, di mana satu belahan menjadi dominan dalam aktivitas dan keterampilan tertentu.

Ketika Anda melempar objek ke bayi, ia akan mencoba menangkapnya dengan kedua tangan karena informasinya mencapai kedua belahan pada saat yang bersamaan.

Tetapi pada anak yang lebih besar, dia akan menangkap mainan dengan satu tangan atau yang lain. Otaknya akan memutuskan tangan mana yang lebih dekat atau tangan mana yang lebih terampil untuk melakukan tugas itu.

Bayi yang baru lahir memiliki naluri merangkak sejak lahir, tetapi bayi biasanya akan siap untuk merangkak antara 8 dan 10 bulan.

Ada berbagai gaya merangkak tetapi kebanyakan dari mereka memungkinkan untuk secara bersamaan menahan beban pada kedua lengan dan kaki dan bergantian gerakan ekstremitas yang berlawanan.

Semua bayi memiliki ritme dan waktu masing-masing. Tidak ada gunanya membandingkan perkembangan bayi pada usia yang sama, tetapi jelas bahwa bayi tanpa pengalaman ini hampir selalu akan memiliki beberapa tingkat keterlambatan dalam kinerja keterampilan yang dijelaskan sebelumnya.

Merangkak adalah kunci dalam mengembangkan aktivitas dan keterampilan otak yang penting yang akan memungkinkan bayi untuk berhasil dan berhubungan dengan dunianya dengan cara yang lebih lengkap dan memuaskan.

Kita harus menstimulasi aktivitas ini dengan memberi bayi “waktu lantai” setiap hari: menempatkan perutnya di bawah untuk memperkuat otot leher, lengan, dan punggungnya dan menempatkan benda-benda berwarna-warni di depannya untuk mendorong gerakan ke depan. Dan selalu ingat untuk menghiburnya dan untuk menyampaikan cinta dan kepercayaan diri.

______
BERNARDO R. SANUDO DIEZ, penulis adalah lulusan dari Palmer College of Chiropractic, Iowa dan praktek di kota Meksiko. Penulis dia memiliki praktik keluarga chiropractic umum. Dia memegang banyak bidang minat dalam chiropractic seperti rehabilitasi, pediatri, olahraga, trauma tulang belakang dan biomekanik. Artikel ini disadur dari laman ICPA (Advancing the Family Wellness Lifestyle)

Viralmama, Beginilah Perjuangan Para Wanita Hebat Pendamba Hamil demi Kehadiran si Buah Hati

On Wednesday, May 23, 2018

KEHADIRAN si buah hati dari pernikahan merupakan impian semua orang. Namun diantara harapan tersebut, terdapat para pasangan hebat yang penuh perjuangan dan keuletan luar biasa demi memiliki anak. 

Mereka tak kenal menyerah. Segala usaha ditempuh. Bahkan meskipun itu harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Tidak saja dana, mereka pun berjibaku dengan waktu yang tak menentu.

Ilustrasi mendamba anak/ Pixabay

Sebuah liputan mendalam tentang getir haru biru perjuangan pasangan suami istri untuk memiliki anak disajikan oleh situs berita Tirto.ID.

Sajian menarik dari Tirto tersebut yang merupakan satu-satunya media di Indonesia yang telah terakreditasi IFCN (International Fact-Checking Network) sebagai pemeriksa fakta, pun menjadi viral.

Liputan Tirto tersebut menyajikan ulasan dan kisah luar biasa yang dilakukan para pasangan suami istri demi untuk kehadiran sang buah hati yang telah diidam-idamkan.

Seperti kisah sosok Vincentia Yonna dan sang suami tercinta yang harus berjuang 12 tahun lamanya pasca-pernikahan.

Serangkaian operasi medis harus dia tempuh. Yonna berkeliling dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain untuk memastikan  masalah medis yang dihadapinya. Dengan dukungan penuh sang suami, mereka pun tak pernah lelah hingga akhirnya berbuah manis.

Ada juga wanita luar biasa yang dengan sabar mendengarkan omongan dokter yang justru mendemoralisasi dirinya. Hal ini seperti dialami Andra Alodita.

Blogger gaya hidup dan juga fotografer ini mengisahkan betapa ini menghadapi situasi yang tidak sederhana. Namun demi untuk mendapatkan anak, dia tidak pernah menyerah.

Andra merupakan sosok yang luar biasa telah menjalani perjuangan berat yang agaknya tak bisa dipikul oleh orang biasa.

Betapa tidak, selain harus bolak balik Penang-Jakarta selama 3 bulan untuk menjalani program  bayi tabung. Pasangan ini pun tak jarang harus menjalani berbagai tindakan medis yang menelan biaya cukup besar.

Kisah-kisah heroik tersebut dapat dibaca selengkapnya di laman Tirto. Kisah-kisah perjuangan para suami istri yang tidak kenal kata putus asa.

Semoga perjuangan para mama hebat ini menginspirasi kita untuk selalu menghormati dan menyayangi para wanita yang sungguh luar biasa. Juga menganugerahkan penghargaan yang tinggi kepada para  suami yang telah membersamai mereka.

DEVINA SETIAWAN 

Lagu Pengantar Tidur Bantu Bangun Kedekatan Orangtua dan Anak

On Sunday, May 20, 2018

KETIKA Anda menyanyikan lagu pengantar tidur untuk bayi Anda, sejatinya Anda sedang menyampaikan cinta dan bahasa dan impian masa depan - dan juga, tentu saja, Anda mencoba untuk membantu bayi Anda untuk lebih cepat tertidur.

Dan tahukah Anda, bernyanyi membantu menenangkan bayi dan orang tua, kata para ahli, dan menciptakan ritual tidur untuk menandai transisi dari kegiatan sehari-hari.

Sebuah lembaga pemerhati masalah ini bernama Carnegie Hall’s Weill Music Institute menciptakan proyek pengantar tidur untuk membantu ibu-ibu menjalin ikatan dengan bayi mereka.

Ilustrasi menidurkan bayi/ Unplash

Tiffany Ortiz, manajer proyek tersebut, mengatakan itu dimulai pada 2011 dengan seorang pilot di Pusat Medis Jacobi di Bronx, di mana anggota staf memperhatikan bahwa beberapa orang tua remaja mengalami kesulitan melekat pada anak-anak mereka.

Proyek ini telah berkembang di seluruh New York City, dengan seniman yang bekerja dengan orang tua di berbagai situs, termasuk sekolah menengah, rumah sakit, klinik, tempat penampungan dan penjara Pulau Rikers, dan sekarang sedang direplikasi secara nasional dan internasional.

Para seniman musik ini bekerja dengan orangtua, yang menyusun surat yang mengutarakan harapan dan impian mereka untuk anak itu, kata Ortiz, dan liriknya muncul dari pesan-pesan itu.

"Lalu ada diskusi tentang sisi musikal itu, bagaimana mereka ingin kedengarannya," katanya. "Biasanya, orang tua akan mulai bersenandung." Setelah lagu pengantar tidur dibuat, itu direkam untuk orang tua untuk menjaga, untuk merujuk, untuk bernyanyi lagi dan lagi.

“Saya terkejut dengan betapa kaya dan rumitnya pengasuhan anak, dan seberapa banyak pembuatan musik dalam pengasuhan anak adalah seperti itu juga,” kata Emily Eagen, seorang musisi dan penulis lagu yang telah menjadi seniman pengajar di program ini sejak 2011.

Ketika proyek dimulai, Ms. Eagen hamil. Dia sekarang mendapatkan gelar doktornya, dan melakukan penelitian tentang pengantar tidur dari seluruh dunia, dia mencatat bahwa lagu pengantar tidur dapat mencerminkan banyak kompleksitas mengurus anak-anak.

Anita Collins, seorang pendidik musik University of Melbourne, Australia, yang meneliti perkembangan otak dan musik, mengatakan bahwa bayi dilahirkan dengan penglihatan yang relatif belum berkembang tetapi, dalam banyak keadaan, dengan pendengaran sempurna.

Proses pendengaran atau indera pendengaran bayi, kata Collins, sebenarnya paling penting dimiliki selama dua tahun pertama kehidupan mereka.

"Perasaan yang mengumpulkan informasi paling banyak tentang dunia mereka," kata Dr. Collins yang juga penulis buku yang akan datang "The Lullaby Effect" seperti kami kutip dari The New York Times. 

Selanjutnya, ia mengatakan tidak ada lagu pengantar tidur yang sempurna. Yang terpenting adalah momen kedekatan seperti memegang anak, menatap wajah, mengayunkannya dalam gendongan, sehingga anak merasakan ritme dan gerakan.

Para peneliti telah melihat cara-cara bayi menanggapi nyanyian ibunya. Namun dalam penelitian dibuktikan bayi lebih cepat tidur jika mereka dinyanyikan dibanding ditinggalkan di boks bayi.

"Ini tentang memiliki hubungan yang mereka rasakan ketika seseorang bernyanyi untuk mereka," katanya.

Bayi Tidur Lebih Cepat dengan Nyanyian

Para peneliti Carnegie Hall’s Weill Music Institute telah melihat cara-cara bayi menanggapi nyanyian ibu. Namun dalam penelitian yang membandingkan bayi yang dinyanyikan dan diajak berbicara atau ditinggalkan di boks bayi tanpa nyanyian, katanya, ditemukan fakta bahwa bayi-bayi itu tidur lebih cepat jika mereka dinyanyikan.

Lagu pengantar tidur tidak saja sangat penting bagi bayi yang mendengarnya, tetapi juga bagi orang tua yang menyanyikannya.

Hal itu sebagaimana dikemukakan Dr. Dennie Palmer Wolf, peneliti utama proyek tersebut, yang merangkum ringkasan penelitian tentang pentingnya membuat musik dan lagu pengantar tidur dan kesehatan.

“Sebagian besar ibu yang bekerja dengan kami di New York hidup di bawah kondisi yang sangat menegangkan,” seperti memiliki bayi yang sakit di NICU atau menjadi tunawisma. “Mengembalikan rasa sejahtera yang positif sangatlah penting; kecuali orang tua memilikinya, sulit untuk konsisten dan tersedia secara emosional untuk anak-anak mereka. ”

“Bagi banyak wanita, ini adalah pertama kalinya mereka menulis lagu atau bahkan puisi tertulis,” kata Eagen. "Ada banyak lagu pengantar tidur tentang membiarkan diri Anda melakukan pekerjaan mengasuh anak, menenangkan diri, ”katanya.

"Para ibu mendapatkan banyak hal karena bisa menyanyikan lagu untuk diri mereka sendiri dan juga untuk anak."

Dr. Palmer Wolf mengatakan lagu nina bobo memungkinkan bayi membuat jalur saraf untuk menenangkan diri, menenangkan, dan mem buatnya tertidur lebih dalam terutama penting pada bulan-bulan awal kehidupan ketika jalur otak sedang dibuat

"Sebuah lagu pengantar tidur adalah rutinitas eksternal yang menjadi jalur internal untuk menenangkan diri."

DEVINA SETIAWAN

Viralpapa, Kebaikan Hati Profesor Dosen Fisika Mengajar Sambil Gendong Bayi

On Monday, May 14, 2018

SEORANG profesor Ilmu Fisika ini menjadi viral karena kebaikan hatinya. Dia mengajar sambil menggendong bayi dari mahasiswanya yang kesulitan mendapatkan pengasuh anak.

Adalah profesor Bruce Johnson yang menjadi viral setelah fotonya mengajar sambil menggendong bayi diunggah salah satu rekan dosennya.

Sang dosen terlihat tengah menulis di papan tulis dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya menggendong anak mahasiswanya yang berusia balita.



Rekan Bruce, sesama dosen yaitu Kelly Damphousse, mengunggah foto tersebut disertai keterangan yang mendapat banyak simpati netizen.

 "One of my Intro students sent me this pic of my colleague, Arkansas State University physics professor Bruce Johnson. She had a daycare conflict, so he told her to bring her baby to a study session. Then this happened. She said, "He cares so much about the success of his students." Clearly," tulis Kelly.

Dari keterangan yang ditulis itu diketahui bahwa Kelly mendapatkan foto Bruce mengajar sambil menggendong bayi ini dari salah satu mahasiswanya. Bruce merupakan dosen Ilmu Fisika di Universitas Arkansas State.

Saat itu, salah satu mahasiswinya memberitahu bahwa dia kesulitan mencari pengasuh anak ataupun daycare yang bisa dititipkan anaknya. Bruce kemudian mengatakan, kenapa si mahasiswi tidak membawa saja anaknya ikut ke kelas.

Lalu saat belajar di kelas, hal seperti yang di foto itulah terjadi. Bruce ikut mengasuh anak dari mahasiswanya tersebut.

Dalam wawancara dengan CNN Internasional, Bruce mengaku terkejut foto dirinya mengajar sambil menggendong bayi menjadi viral.

Dia merasa apa yang dilakukannya bukanlah sesuatu yang luar biasa karena memang dirinya sudah sering melakoni hal itu.

Pada semester ini menurutnya sudah dua sampai tiga mahasiswanya datang ke kelasnya dengan membawa anak.

"Bagiku ini adalah pengalaman yang luar biasa. Baru-baru ini pun seorang mahasiswa membawa anak laki-lakinya yang berusia dua tahun dan kami bermain bersama," cerita Bruce.*

Keengganan Mendengarkan Cerita  Anak dan Harapan Luar Biasa Mereka

On Monday, May 14, 2018

SIANG begitu terik, ketika Muhammad pulang dari sekolah. Ia datang dengan wajah sumringah.

Tak lama kemudian, ia membuka permen yang baru saja dibelinya, lantas memberikan 4 buah kepada adiknya. Ia sendiri hanya mengambil tiga permen.

Tak lama setelah itu ia berkata kepada sang ibu. “Ibu, saya ingin menjadi orang kaya seperti Nabi Muhammad.” Ungkapan anak 5 tahun itu sontak mengagetkan sang ibu.

“Subhanalloh, kenapa mau jadi orang kaya?”

Sang anak dengan tenang menjawab, “Untuk berbagi kepada teman-teman atau kepada orang yang tidak punya uang.”



Sang ibu langsung memeluk buah hatinya dengan penuh kebanggaan. “Semoga Allah kabulkan apa yang menjadi cita-citamu, nak.”

Dialog di atas mungkin biasa saja, toh setiap anak di dalam keluarga, hampir pasti pernah mengutarakan cita-citanya.

Akan tetapi, tidak ada yang terjadi tanpa maksud, tanpa makna.

Ungkapan anak yang bagaimanapun ucapannya belum didasari kemampuan nalar yang memadai boleh jadi adalah sebuah keadaan yang kelak akan ia capai, keadaan yang akan ia raih, keadaan yang akan membuatnya menjadi pribadi bermanfaat bagi kehidupan.

Terlebih, ketika seorang anak mampu menyampaikan argumen mengapa ia memilih sesuatu, maka sungguh itu adalah sebuah tanda kebaikan yang orang tua perlu memupuknya dengan kasih sayang, pengarahan dan tentu saja doa.

Namun, sayang seribu sayang, banyak orang tua zaman now yang berjumpa dan berdialog dengan anaknya begitu sangat jarang.

Kalau pun ada waktu bersama, orang tua membiarkan anak “berdialog” dengan gadget. Padahal, dalam dialog itu boleh jadi Tuhan titipkan pesan bahwa anak-anakmu kelak akan seperti ini atau akan seperti itu.

Ayah bunda, mari sempatkan dialog dengan anak-anak kita. Bukankah Nabi Ibrahim (Abraham) berdialog dengan Nabi Ismail (Samuel)? Bukankah Nabi Ya’kub (Jacob) berdialog dengan Nabi Yusuf (Josep)? Bukankah Lukman Al-Hakim berdialog dengan putranya?.

Lantas apa yang menghalangi kita berdialog dengan anak-anak yang boleh jadi kemurnian dan kesungguhan begitu kental memancar dari dalam jiwanya.

IMAM NAWAWI