Ingin Diet dan Atur Pola Makan Sehat? Inilah Kuncinya yang Jarang Diketahui

BANYAK yang kewalahan menurunkan berat badan. Setelah menikah, apalagi setelah memiliki momongan, berat badan memang cenderung tak terbendung. Penumpukan lemak di sana-sini.

Tragis, memang. Tapi bagi beberapa orang, menurunkan berat badan mungkin bukanlah persoalan. Namun umumnya mengalami masalah besar di sini. Akibatnya, tubuh ideal tanpa penumpukan lemak imajinasi belaka.

Terlebih bagi mereka yang lebih memiliki banyak aktifitas di dalam ruang seperti kantor. Ditambah lagi waktu berolahraga nyaris tak ada karena tersita kesibukan pekerjaan.

Padahal, idealnya, menurut konsultan keluarga yang juga praktisi pengobatan thibbun nabawi, Zainuddin Musaddad, frekuensi olahraga dalam seminggu setidaknya harus tercapai total waktu 150 menit.

Lantas, bagaimana mengatasi berat badan yang berlebihan dan pola makan yang tidak sehat. Zainuddin Musaddad memberikan beberapa kiatnya. Barangkali kiat ini belum banyak diketahui apalagi dipraktikkan.

Menurut bapak 6 anak yang biasa disapa Abah Zain ini, ada satu kunci penting untuk menjaga berat badan berlebihan dan menjaga pola makan sehat. Namun, sayangnya, tegas dia, rahasia ini terlupakan.

"Kuncinya adalah pasangan. Pasangan, istri atau suami, bisa menentukan kadar konsumsi makanan kita sehari-hari," katanya dalam acara seminar parenting belum lama ini di Depok, Selasa (13/03/2017).

Abah Zain menjelaskan, cara terbaik menurunkan berat badan adalah bergerak dan berolahraga. Dan, pola makan sehat tak berlebih dapat diatur dengan menjalin komunikasi dan membuat kesepakatan dengan pasangan.

"Ini saya terapkan. Saya sepakat sama istri, pantau saya kalau sedang makan. Kalau kira-kira dilihat sudah kenyang, istri harus langsung bertindak. Semua langsung dijauhkan dari jangkauan tangan. Saya tidak akan memaksakan diri nambah lagi. Harus nyerah dan taat kesepakatan, walaupun rasanya mau nambah terus," kata Abah Zain berbagi kiatnya.

Dia menjelaskan, dengan kerjasama yang baik antar pasangan agenda diet dan pola makan bisa dilakukan dengan optimal. Karenanya, yang tak kalah penting menurut Zain, bagaimana komitmen tersebut dirawat.

"Bangun semangat saling menjaga. Jadi kalau ada suami kena asam urat padahal umur masih muda, itu karena kesalahan istri tidak menjaga pola makan suami. Begitu juga sebaliknya," imbuhnya seraya bercanda.

Dia membahkan, satu hal penting yang memiliki pengaruh dalam kegagalan diet dan menjaga pola makan adalah tidak adanya bimbingan dan dukungan terutama dari lingkungan terdekatnya yakni keluarga.

Karena itu Zainuddin menegaskan bahwa dukungan dari pasangan atau orang terdekat, penting dalam menentukan sukses tidaknya program membiasakan hidup sehat ini.

Selain itu, mengutip penelitian Ian Janssen dari School of Kinesiology and Health Study dari Queens University, Kanada, ia menyebutkan berolahraga tidak harus setiap waktu dan dengan durasi yang lama. Namun yang terpenting adalah olahraga rutin walaupun dengan frekuensi singkat.

Blood cupping therapy

Menurut Abah Zain, dalam Islam telah terdapat rajutan panduan yang sangat kaya tentang kesehatan diantaranya dengan membiasakan berbekam (blood cupping therapy).

Bekam adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin dari dalam tubuh.

Menurut Zain, bekam sejatinya juga dapat dilakukan untuk tujuan memperbaiki bentuk tubuh seseorang termasuk menurunkan berat badan dengan dengan mengangkat lemak-lemak yang ada di antara tulang.

"Bekam khusus ini dilakukan pada titik-titik tertentu. Tidak boleh sembarangan," kata ustadz yang telah mendapatkan beberapa sertifikasi di bidang pengobatan herbal ini.

Berbekam merupakan anjuran Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wasallam. Karenanya, jelas Abah Zain, bekam memiliki banyak khasiat. Terbukti, kebiasaan ini telah menjamur termasuk dilakukan oleh para pesohor seperti para atlit internasional.

Selain itu, bapak yang berhasil mengantar keenam anaknya menjadi penghafal Al-Qur'an (tahfidzul Qur'an) di usia belia ini mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

"Kalau usia sudah masuk tiga puluh tahun, kurangi mengkonsumsi karbohidrat.  Kalau sarapan hindari pakai nasi, kalaupun pakai cukup setengahnya. Konsumsi buah harus, banyak juga tidak, yang penting cukup," pungkasnya.

YACONG B. HALIKE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel