Hubungan

Parentnial TV

Recommended

Kehamilan

Powered by Blogger.

Bersin Jangan Ditahan Atau Bisa Fatal Akibatnya, Perlu Diketahui Anak

Monday, March 12, 2018

BERSIN. Memang melegakan dan kelihatannya simpel. Tapi tahukah kita ternyata bersin dengan cara yang salah bisa berakibat fatal. Ini juga perlu diketahui ananda di rumah.

Seringkali kita melihat anak-anak bersin. Namun kita perlu memastikan bahwa mereka telah memahami cara bersin dengan benar. Pada kenyataannya, tidak sedikit pula orang dewasa yang keliru dalam praktik bersin ini.

Bersin tutup mulut (source: pixabay)

Meskipun bersin sebagai respon alami tubuh terhadap sebuah rangsangan pada organ pernapasan. Namun kita tetap perlu memastikan bahwa bersin yang terjadi tersebut benar-benar terkondisi dengan baik.

Orangtua perlu tahu tata cara bersin yang sehat dan sesuai dengan kaidah medis yang safety. Anak-anakpun mesti memahaminya karena tak jarang si kecil mengabaikan adab bersin yang benar. Bahkan seringkali dianggap sepele.

Sebab, pada kondisi tertentu, biasanya kita bahkan anak-anak memilih untuk menahan bersin. Padahal, menahan bersin apalagi dengan cara yang kurang tepat bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Lantas bagaimana seharusnya cara bersin yang benar? Seperti dilansir Times of India, langkah bersin pertama adalah Anda harus membuka mulut dan mata tertutup.

Pola mulut terbuka dan mata terpejam ini bukan mengada-ada. Kedua hal tersebut dapat membantu tubuh memberikan tekanan pada hidung, sehingga udara keluar dengan baik tanpa hambatan berarti.

Jika mulut atau mata tertutup, Anda akan merasakan situasi abnormal. Bersin bisa jadi menyakitkan dan memberikan rasa tak nyaman pada tenggorokan atau langit-langit mulut. Hindarilah anomali ini dengan bersikap rileks untuk mengimbangi respon tubuh.

Ketika sedang flu atau mengalami hidung tersumbat, tata cara bersin juga harus diperhatikan. Ada tekhnik yang harus dipahami agar bersin berjalan sukses dan menyenangkan semua pihak.

Jangan asal memuncratkan ingus ke ruang bebas sambil mengusap leleran yang tersisa di antara mulut atas dan kedua lubang hidung Anda dengan telapak tangan luar. Gaya bersin seperti ini tentu kurang elok. Apalagi sampai menjulurkan ujung lidah keluar karena penasaran sekedar untuk mengecap rasanya.

Sebenarnya tata cara mengeluarkan ingus dikala flu terbilang sederhana. Tak memerlukan skill khusus atau ajian tertentu. Anda hanya cukup menyediakan tissue atau sapu tangan untuk membersihkan sisa lelehannya. Langkahnya, tutuplah salah satu lubang hidung ketika bersin.

Dalam hal ini tutuplah lubang hidung yang tidak tersumbat, agar lendir pekat dan tebal yang mengganjal pada hidung yang tersumbat bisa keluar secara seksama dan hidung lebih legah.

Agar selalu terawat, sisihkanlah waktu untuk merutinkan membersihkan kotoran hidung yang telah mengering. Caranya pun sangat sederhana.

Sebaiknya hindari pakai telunjuk apalagi jempol, tapi gunakanlah jari kelingking Anda merogoh ke dalam lubang hidung untuk mengais sisa-sisa kotoran. Jangan bertindak arogan dan memasukkan dengan anarkis sebab bisa melukai kulit dalam.

Selain itu, pun harus pastikan bahwa kuku jari kelingking Anda sudah dipotong bersih dari virus atau debu sehingga penjelajahan yang dilakukan tak menimbulkan gangguan tekhnis di dalam rongga hidung.

Tentu saja kerja ini membutuhkan kesabaran dan ketekunan yang luar biasa karena Anda mencari sesuatu yang tak nampak di depan mata. Antara maujud dan niskala. Yah, semacam perburuan yang penuh misteri.

Memang tak pasti. Anda sedang memburu benda mini bahkan tak lebih besar dari sebiji beras yang hanya bisa dirasakan oleh jari dan kulit tipis ari di dinding rongga hidung. Perburuan yang membutuhkan keuletan dan kepekaan.

Karena itu, sangat perlu sinergi dalam semua aspek-aspek tersebut agar terjadi harmoni yang akhirnya nanti bisa membuahkan hasil manis.

Akibat Fatal Bersin Tutup Hidung

Sekali lagi, bersinlah dengan mulut terbuka dan penuh relaksasi yang mendalam. Karena menahan bersin bisa menyebabkan kerusakan tenggorokan, pecahnya gendang telinga, hingga pecahnya pembuluh darah pada otak.

Contoh nyata terjadi pada seorang pria berusia 34 tahun di Leicester, Inggris. Pria tersebut mengalami kerusakan tenggorokan saat mencoba untuk menahan bersin dengan cara menjepit hidung dan menutup mulutnya.

Karena ditahan, tekanan tersebut menyobek selaput tipis yang ada di tenggorokan. Dia mengalami kerusakan telinga yang parah dan jelas fatal.

Pria malang yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan, bahwa dirinya merasakan sensasi pecah di lehernya ketika hal itu terjadi. Seketika, ia merasakan sakit serta kesulitan menelan dan bicara.

Setelah dokter melakukan pemeriksaan, mereka menemukan adanya pembengkakan dan nyeri pada bagian tenggorokan dan leher pria tersebut.

Berita yang dilansir dari Telegraph itu, menyebutkan bahwa hasil rontgen menemukan bahwa sejumlah udara merembes dari pipa udara ke selaput tipis di leher sang anak muda.

Pria tersebut pun harus makan melalui selang untuk beberapa waktu selama penyembuhan selaput di tenggorokannya. Setelah menghabiskan waktu satu minggu di rumah sakit, pria tersebut bisa pulang ke rumah untuk pemulihan.

Para dokter dari Departemen THT Leicester Royak Infimary menyampaikan bahwa menahan bersin agar tak keluar lewat hidung dan mulut adalah tindakan yang berbahaya dan harus dihindari.

Meskipun kasus ini jarang dan tidak biasa, namun dokter menyarankan kita untuk berhati-hati. Dalam jurnal BMJ Case Reports, disampaikan bahwa bersin juga bisa merusak telinga bahkan menimbulkan pembengkakan pembuluh darah.

Nah, sahabat Parentnial, mulai sekarang jangan pernah anggap remeh kesehatan telinga dengan selalu memperhatikan cara bersin yang benar. Termasuk terhadap anak-anak kita.

YACONG B. HALIKE

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »