Remaja Menghadapi Masalah Besar!


HATI-hati bergaul! Warning itu penting bagi para remaja di negeri ini, terkhusus remaja putri. Salah dalam bergaul bisa menghanguskan semua harapan dan menimbulkan stress tingkat berat. Maka, sekali lagi, hati-hatilah dalam bergaul.

Belakangan ini, berita pemerkosaan sangat ramai mewarnai situs berita dunia maya. Di kabarkan bahwa di Jakarta telah terjadi pemerkosaan terhadap siswi SD hingga akhirnya meninggal dunia. 

Atas peristiwa tersebut, Jokowi, Gubernur DKI, menyatakan bahwa masalah di Jakarta tidak semata masalah fisik tetapi juga sudah masuk non fisik yang tidak kalah seriusnya.

Sementara itu, berita terbaru juga mengisahkan perkara yang sama. Seorang remaja putri tak lulus SD di Bantul Yogyakarta, diperkosa tiga pemuda secara bergiliran, setelah berkenalan dengan seorang pria melalui pesan singkat. Kemudian keduanya pergi berduaan. Dikabarkan sang remaja putri mau diajak pergi karena dijanjikan akan dibelikan pakaian.

Mungkin, masih ada dan boleh jadi sangat banyak, perkara-perkara memilukan seperti itu terjadi yang tidak terekam oleh media di tanah air. 

Oleh karena itu, seluruh pihak, terutama orangtua dan remaja sendiri harus memahami apa faktor utama terjadinya kasus-kasus biadab seperti itu. Ironisnya, kejadian seperti itu terjadi, umumnya bermula dari HP, internet atau jejaring sosial.

Orangtua Pintar
Saya sangat terkesan dengan seorang ibu yang berprofesi sebagai guru di Medan, Sumatera Utara. Dalam sebuah kesempatan, ibu yang memiliki dua putri yang mulai menginjak masa puber itu menceritakan pada saya alasannya belajar dan membuat akun Facebook serta selalu menyempatkan diri untuk online setiap harinya.

“Sekarang pergaulan anak-anak itu sudah canggih, mas. Jadi, saya tidak boleh ketinggalan. Dengan memiliki akun Facebook, saya bisa memantau langsung apa yang dilakukan anak saya, termasuk yang dipikirkan. Dan, dengan siapa mereka berdua berteman di Facebook-nya”.

Langkah ibu dari Medan itu cukup efektif untuk bisa memantau perkembangan dan pergaulan anak, sekalipun tetap harus ditindaklanjuti dengan pembinaan yang betul-betul arif bijaksana dan tak terlampau ketat apalagi menekan. 

Sebab, memang, tidak bisa dipungkiri “pacaran virtual” pun sudah menggejala dan ternyata memang menjadi realita yang semakin dianggap biasa. Pernah seorang mahasiswi dari Sulawesi bertanya kepada saya, “Bagaimana pendapat kakak, tentang pacaran via Facebook?”.

Dunia sekarang memang sangat luar biasa, tetapi juga berdampak sangat luar biasa jika tidak digunakan secara positif. [Silahkan baca tulisan saya tentang Facebook di sini].  

Di zaman sebelum ada HP dan internet, pacaran dilakukan berlangsung sekemuka (fisik). Tetapi di zaman ini, pacaran pun bisa melalui dunia maya. Dan, tidak sedikit yang awalnya bermula dari dunia maya berlanjut di dunia nyata.

Atas situasi yang demikian, maka para orangtua mau tidak mau harus melek teknologi. Pada saat yang sama, ibu-ibu yang memiliki Facebook harus membuat status dan komentar yang berwibawa. 

Jangan sampai lalai, akhirnya berstatus dan berkomentar layaknya ABG jaman sekarang. Dan, sepengetahuan saya, sebagian guru putri saat ini, sudah tidak sedikit yang berprilaku layaknya ABG. 

Mungkin hal ini dianggap biasa, tetapi sadar atau tidak, perilaku guru-guru itu diikuti oleh anak muridnya. Masih ingat kan petuah bijak; “Guru kencing berdiri murid kencing berlari?” Jadi, tantangan orangtua untuk bertindak efektif menjadi semakin berat. 

Tips untuk Remaja
Saya sangat yakin, tidak satupun remaja di Indonesia yang tidak bercita-cita mulia. Minimal mereka ingin membuat orangtua bangga kepadanya. Atas hal itulah, mari bersama-sama menata diri agar bisa menjadi remaja yang benar-benar bisa membanggakan orangtua.

Remaja tidak harus gaptek, silakan punya Facebook, pegang hape yang canggih sekalian, dan online di internet sepuas hati. Tapi harus mengerti betul, dalam rangka apa semua itu kita miliki dan kita gunakan. Jangan sampai gara-gara facebook jadi lupa waktu. Gara-gara hape canggih, sampai lupa pelajaran. Termasuk online sepuas hati, ternyata tidak untuk menggapai prestasi.

Dengan demikian remaja harus cerdas dalam menggunakan teknologi canggih. Jangan sampai selalu membawa smartphone tetapi yang punya orangnnya gak smart. Kan, gak seru? Oleh karena itu, izinkan saya berbagi tips untuk remaja bagaimana bergaul di dunia maya dan juga dunia nyata.

Pertama, gunakan HP hanya untuk hal-hal yang mendukung keperluan belajar. Selain itu sebaiknya distop. Silakan pakai bonus bicara sampai habis, tapi berbicaralah yang membuat prestasi Anda menanjak. Silakan pakai bonus SMS Anda sampai jempol pegel. Tapi, pastikan SMS Anda itu terpuji.

Kedua, gunakanlah Facebook untuk memotivasi diri dan orang lain. Selain itu harus distop. Pepatah Barat mengatakan; “You are what you talk”, kamu adalah apa yang kamu bicarakan. Maka, jangan semakin membodohi diri dengan membuat status-status yang tidak bermutu apalagi tidak bergizi.

Ketiga, selektiflah dalam berteman atau berinteraksi dengan orang lain, apalagi lawan jenis. Sekarang sudah tidak ada lagi buaya darat, yang ada buaya terbang. Yaitu para pencari mangsa yang berkeliaran di dunia maya. Tetapi pada saatnya, mereka akan turun juga ke daratan. Lihat uraian pembuka artikel ini. 

Keempat, ingat, sekalipun HP, internet itu tidak dipantau oleh orangtua, guru, bahkan polisi, sebagai orang beriman, Anda dilihat oleh Tuhan. Maka jangan sekali-kali ada niat buruk dalam menggunakan teknologi.

Kelima, ingatlah orangtua Anda di rumah. Mereka telah mengorbankan semuanya untuk Anda, sehingga Anda bisa pakai HP bagus, bisa Facebook-an, dan sebagainya. Tentu, kedua orangtua Anda tidak ingin Anda semakin buruk dengan semua pemberian itu. Jadi cerdas-cerdaslah menggunakan teknologi canggih. 

Keenam, carilah teman yang baik di dunia maya. Jangan berteman dengan orang yang suka mengeluh, putus asa, atau suka mencari perhatian. 

Di Facebook saya kebetulan berteman dengan dua remaja putri yang justru lebih baik dan produktif dengan Facebooknya setelah ia berkenalan dengan seorang jurnalis. Remaja putri itu banyak menimba ilmu tulis-menulis justru dari Facebook-nya. Dan, hal itu tak ia dapatkan dalam sekolah dan kuliahnya.

Milikilah Ilmu
Kita tidak boleh menutup mata atas semua peristiwa memilukan yang melanda dunia remaja di negeri ini. Bagaimanapun, merekalah pelanjut perjuangan bangsa dan negara kita. 

Pemerintah hendaknya tidak cukup menghimbau agar para orangtua mengawasi pergaulan dan lingkungan putra-putrinya. Lebih jauh pemerintah harus membuat kebijakan konkrit yang benar-benar melindungi masa depan remaja, yang sebenarnya adalah masa depan bangsa dan negara kita sendiri.

Namun demikian, para remaja juga harus berperan aktif memproteksi diri agar tidak terjebak dalam dunia pergaulan yang sudah sangat kebablasan. Bagaimana memproteksi diri itu, tidak ada cara lain, kecuali dengan ilmu. Ilmu seperti apa, tentu ilmu yang melahirkan adab, bukan saja karakter positif, tetapi juga iman dan takwa.

Untuk memiliki ilmu itu tidak sulit, hanya butuh niat dan kesungguhan para remaja itu sendiri. Ilmu itu ada di dalam Al-Qur’an, ada di dalam Al-Hadits. Sering-seringlah “menengok” keduanya. Pelajari, pahami, dan amalkan. Niscaya, seluruh remaja di Indonesia akan menjadi remaja yang tidak saja berkarakter, tetapi juga beradab.

Sebab, sejatinya, diakui atau tidak, kenakalan dan kejahatan remaja saat ini bukan karena mereka tidak sekolah atau kuliah. Tetapi karena mereka tidak berilmu. 

Ilmu dalam Islam bukan teori semata, tetapi juga akhlakul karimah (lihat QS. 33 : 21). Jadi, tantangan terbesar remaja Indonesia saat ini adalah tantangan ilmu. Yakni, ilmu yang melahirkan adab bukan semata karakter. 

Selamat berjuang para remaja Indonesia. Jadilah insan berilmu, niscaya engkau akan menjadi generator perubahan, bukan lagi menjadi mangsa peradaban. Sebab, hanya pecinta ilmu yang benar-benar akan menguasai dunia bukan dikuasai oleh dunia. Inilah tantangan kita, mari kita jawab bersama.*

______
*) IMAM NAWAWI, 
penulis adalah kolumnis. Ikuti juga cuitannya di @abuilmia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel