Lima Peraturan untuk Meningkatkan Kebahagiaan Keluarga

ADA BANYAK cara membuat suasana dalam rumah menjadi bahagia. Salah satunya dengan menggunakan dekorasi yang memberikan kesan nyaman, dan hangat.

Selain itu menggunakan peraturan-peraturan yang dapat diterapkan di dalam rumah, beserta seluruh anggota keluarga, juga mampu memberikan efek bahagia di dalam rumah.

Peraturan-peraturan tersebut bertujuan untuk lebih menghargai, menyayangi antara anggota keluarga. Sehingga terbentuk keluarga yang harmonis.

Ilustrasi (source: pixabay)


Seperti dilansir dari Real Simple, Jumat 16 Maret 2018, berikut adalah lima peraturan yang dapat diterapkan untuk membuat suasana rumah lebih hangat, dan harmonis.

1. Setiap orang harus mengetuk terlebih dahulu sebelum membuka pintu yang tertutup. Hal tersebut bertujuan meningkatkan rasa menghargai akan privasi setiap anggota keluarga di rumah.

Menurut seorang ibu rumah tangga, Tina Z di Walterboro, Carolina Selatan, setelah menerapkan peraturan tersebut anak-anaknya mengungkapkan rasa terima kasihnya, karena mereka merasa privasinya dihormati oleh orang tuanya.

2. Sedangkan seorang ibu rumah tangga, Amira Melnichenko di Maitland, Florida mengatakan ia dan sang suami membuat peraturan untuk tidak membahas permasalahan keluarga di atas meja makan. Dengan begitu kualitas waktu keluarga ketika makan bersama akan lebih terjaga, dan tidak terganggu.

3. Beberapa orang tua akan memarahi anaknya ketika mereka menumpahkan sesuatu. Namun menurut seorang ibu, Amber Sprengard, di Cincinnati, ia dan suami tidak keberatan apabila anak-anak mereka menumpahkan sesuatu di atas lantai. Karena mereka memberikan pemahaman kepada anak-anaknya bahwa hal tersebut hanya kecelakaan saja.

4. Anak-anak dapat bertengkar karena hal apa saja yang mengganggu pikiran mereka. Karenanya para orang tua harus menanamkan sifat berpikir positif kepada setiap anggota keluarga. Menurut @Girlytwirly ketika terjadi masalah di antara keluarga, sang ibu dapat mengajarkan sang anak untuk melihat apa yang menjadi dasar dari masalah tersebut, dan bagaimana mengatasinya.

5. Terkadang anak-anak sering memilih makanan sesuai dengan apa yang mereka sukai, namun dengan membiarkan sang anak tidak memakan makanan tersebut membuat anak semakin memilih makanan, dan tidak menghargai makanan tersebut.

Karenanya seorang ibu rumah tangga Brie Ghinazzi di Boise, Idaho, menerapkan peraturan bahwa makanan tersebut harus dicicipi terlebih dahulu baru mengucapkan pendapat dengan kalimat sopan, seperti "tidak, terima kasih".

YUSAK SANJAYA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel