Insya Allah Kamu Tidak Bakalan Tidur Pagi Lagi Setelah Membaca Bukti Ini

Tidur pagi (foto: rebuildingchampions)
SIAPA sih yang tidak suka tidur pagi. Mungkin semua orang, apalagi anak muda seperti kamu, pernah tidur pagi.

Pada level candu yang sangat akut, tidur pagi malah menjadi rutinitas yang susah ditinggalkan. Tentu saja ini tidak baik.

Kalau kita mencoba membaca sejarah, sebenarnya tidur pagi sama sekali tidak ada dalam kamus seorang muslim. Bahkan perilaku ini sangat dicela.

Jangankan tidur pagi, tidur di luar waktu tersebut juga hendaknya dibatasi agar tidak terlalu berlebihan. Makanya di dalam Islam, ada anjuran mendirian shalat lail (tahajjud) yang dididirikan di dini hari antara pukul 12.00 sampai shubuh.

Larangan tidur pagi bermakna bahwa seorang muslim didorong untuk selalu produktif. Tidak menyia-nyiakan waktu. Apalagi dihabiskan sekedar tidur-tiduran sementara dirinya terus mengeluh dalam kemiskinan yang menderanya.

Terbukti, orang-orang terdahulu yang secara rutin mengatur waktu tidur dengan sangat disiplin memilki produktifitas sangat luar biasa. Karya-karya monumental mereka tak habis dikaji. Berjilid-jilid kitab yang ditulis.

Seorang ulama masyhur bernama Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur yaitu bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu.

Beliau yang banyak melahirkan banyak tulisan bertema tazkiyatun nafs ini mengatakan, “Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan."

Qayyim juga menuturkan bahwa waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu: [1] tidur ketika sangat butuh, [2] tidur di awal malam –ini lebih manfaat daripada tidur di akhir malam-, dan [3] tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan sore-.

Dalam kitab Madarijus Salikin, 1/459, terbitan Maktabah Syamilah, disebutkan para salaf, bahwa tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah).

Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).”

Dalam pesannya yang lain, Ibnul Qayyim pula berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.” (Miftah Daris Sa’adah, 2/216).

Kata Syaikh Ibnul Qayyim, amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.

Dalam kitab Zaadul Ma'ad 4/378 diterangkan bahwa tidur pagi akan menghambat datangnya rizki. Ibnul Qayyim berkata, “Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit sholat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat”.

Dan, ini yang penting diketahui, khususnya bagi lelaki, dampak buruk berbahaya lainnya dari kebiasan tidur pagi menyebabkan munculnya berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (lihat Zaadul Ma’ad, 4/222).

Mari bangun. Hindari tidur pagi. Memang terkadang untuk melawannya, tapi apakah kamu akan terus berada dalam kebiasaan yang amat buruk tersebut.

Dan sadarilah. Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Kalau bukan anda, siapa lagi yang bisa merubah diri anda untuk menjadi manusia sukses di masa mendatang. (MATAGAMA DICIPTA)  

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel