Membangun Kebiasaan Berbagi dan Berempati pada Anak Sejak Dini

https://pixabay.com/id/users/dagon_-1155171/
UMUMNYA manusia senang apabila diperhatikan. Telah menjadi sifat asal (fitrah) manusia yang selalu mendamba apresiasi atau penghargaan.

Sebaliknya, meski semua manusia suka dihargai. namun tak banyak yang memiliki kebiasaan mengapresiasi, berempati, atau berbagi bahkan sekadar memberi perhatian dalam bentuk sanjungan.

Demikianlah tipikal manusia sebenarnya. Suka dipuji dan diberi namun enggan sekali untuk memberi dan mengapresiasi.

Kesadaran untuk berbagi, memberi dan berempati memang tidak datang tiba-tiba. Ia butuh proses dan rangkaian penempaan yang tidak sederhana. Sehingga untuk merawat etika ini kemudian menjadi habit, maka ia harus menjalani penempaan sejak dini.

Setiap anak perlu ditanamkan dalam benak alam bawah sadarnya bahwa memberi itu baik. Berbagi itu mulia. Berempati itu adalah tanda hidupnya kemanusiaan kita.

Berikut adalah beberapa dari banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kebiasaan berbagi:

1. Ajarkan sejak dini 
Orangtua yang baik adalah yang mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya termasuk dalam membangun kebiasaan berbagi. Anak usia dini akan berlajar dari lingkungan sekitarnya dalam hal ini yang terdekat adalah keluarga.

Orangtua penting mengajarkan kebiasaan berbagi dan berempati kepada si kecil sejak dini sebab inilah yang akan menumbuhkan kesadaran dalam benaknya bahwa "saya berbagi karena saya manusia".

Namun, tanpa teladan yang benar dan konsistensi dari orangtua dan juga lingkungannya, maka mustahil kebiasan berempati bisa tumbuh dengan baik dalam diri si kecil.

Mungkin saja empati anak tetap berkembang namun tanpa teladan dan pendampingan yang tulus, boleh jadi empatinya tumbuh namun mengandung tendensi untuk mendapatkan lebih dari apa yang telah diberikan. Tanpa sadar paradigma kapitalistik mengakar di kepalanya.

Karenanya, penting sekali mengajarkan kepada anak untuk tidak pamrih. Biasakan dirinya berempati yang itu membuatnya bahagia.

Tanamkan dalam jiwanya bahwa memberi itu bukan berarti akan menerima pula dalam bentuk serupa bahkan lebih, namun ia merupakan fitrah kita untuk saling membantu. Dengan membantu, kita akan bahagia.

2. Jadikan menyenangkan baginya
Setiap anak suka disanjung. Karena itu pujilah ketika dia dengan rela berbagi dengan kawan-kawannya. Buatlah kebiasaan memberi dan berbagai sebagai sesuatu yang menyenangkan dirinya.

Namun harus diingat, bahwa anak juga perlu memahami bahwa dalam memberi ia tak boleh mengharapkan apapun dari orang lain. Ajaklah anak berbicara tentang ini.

Sampaikan padanya bahwa memberi dan berempati perintah agama yang jika dilakukan akan membahagiakan. Si anak juga perlu mengetahui jenis berbagi apa saja yang baik dan yang tidak boleh.

Orangtau memiliki tanggungjawab yang cukup berat di sini untuk memahamkannya bahwa memberi itu bukan saja untuk menyenangkan orang lain tetapi juga merupakan kewajiban kita sebagai sesama manusia yang harus saling menolong.

3. Tumbuhkan kebiasan berempati
Sebenarnya setiap orang termasuk anak usia dini telah memiliki kepekaan dan rasa empati dalam dirinya. Hal ini biasanya ditunjukkan ketika ia berinteraksi dengan saudara-saudarinya.

Walaupun terkadang sang kakak biasanya lebih dominan, ia tetap menunjukkan empati kepada adiknya. Misalnya, ketika bermain, sang kakak tak mau berbagai mainan. Tapi hanya bertahan sebentar.

Sang anak akan cepat luluh jika diingatkan. Ketika si kakak terlihat dominan, ia kemudian diingatkan bahwa kakak itu harus sayang sama adik. Biasanya lambat laun hatinya luluh. Termasuk dalam soal berbagi makanan.

Kebiasaan berempati akan mengantarkan sang anak dapat peka terhadap hal-hal manusia pada alam sekitarnya. Ia akan dapat merasakan kesedihan, kegembiraan, kemarahan, dan beragam ekspresi emosional orang lain.  

Orangtualah yang menjadi pengatur permainan (play maker) dan instruktur utama dalam membangun tumbuh kembang anak khususnya dalam menempa kepekaan sang anak untuk berempati pada orang lain.

Semoga kita sebagai orangtua selalu diberikan kemudahan dan bimbingan dari Allah Ta'ala dalam rangka mengantar anak-anak kita menjadi pribadi shaleh-shalehah, Aamiin. (UMMU L. ZAHIRAH)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel