Wanita Lebih Prioritaskan Keluarga Dibanding Kesehatannya Sendiri

Foto oleh Pixabay.com
DALAM salah satu survei baru-baru ini ditemukan fakta bahwa 90% wanita menyadari bahwa gaya hidup sehat dan aktif bermanfaat untuk mengurus keluarga dan menjalankan peran aktif di masyarakat.

Namun, masih dalam penelitian itu, hanya sedikit wanita Indonesia yang berusaha menerapkan pola makan sehat dan berolahraga secara rutin. Penelitian menunjukkan mayoritas wanita Indonesia tidak menjalani gaya hidup sehat dan aktif, meskipun 90 persen menyadari pentingnya hal tersebut.

Data tersebut berdasarkan hasil survei Kesehatan Wanita Indonesia 2017 yang diselenggarakan oleh Fonterra Brands Indonesia sebagai salah satu perusahaan terkemuka dunia di bidang nutrisi susu dan perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI).

Dari hasil survei yang dilansir Detik health tersebut dapat digarisbawahi jika wanita Indonesia memiliki naluri keibuan yang kuat dan nilai-nilai yang dianut dalam menjalankan hidupnya.

Tidak hanya itu saja, 2 (dua) dari 3 (tiga) responden juga menyatakan takut tidak bisa mengurus keluarga di hari tua karena keterbatasan yang diakibatkan oleh masalah kesehatan. Masalah itu di antaranya, penyakit tulang, sendi, dan otot.

Mayoritas dari wanita yang disurvei memprioritaskan kesehatan fisik dan kesejahteraan di peringkat kedua terendah dari lima prioritas dalam hidupnya. Hal itu karena mereka lebih fokus pada kesehatan dan kesejahteraan keluarga daripada dirinya sendiri.

Dari hasil survei juga diketahui, 9 dari 10 wanita tidak mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang. Sementara 8 dari 10 wanita lainnya mengakui tidak berolahraga secara rutin, meskipun merasa khawatir akan masalah kesehatannya.

Alasan utamanya, banyak wanita menganggap bahwa kesehatan mereka baik dan sebanyak 76% mengklaim diri mereka aktif.

Pada kenyataanya, banyak wanita memprioritaskan kesehatan, nutrisi, dan olahraga di posisi terendah. survei juga mengungkapkan masalah kesehatan yang banyak diderita, meliputi permasalahan pada tulang, sendi, dan otot.

Hampir 60% wanita menderita sakit punggung dan otot, bahkan sebanyak 67% di antaranya tidak melakukan apa-apa untuk mencegah maupun mengobati masalah tersebut. Akibat dibiarkan begitu saja, masalah ini dapat menurunkan kemampuan wanita untuk mengurus dirinya sendiri maupun keluarga.

Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Andi Kurniawan Sp.KO yang juga Sekretaris Jenderal PEROSI, mengatakan studi ini mengungkapkan bahwa wanita Indonesia takut penyakit tulang, sendi, dan otot dapat membatasi mobilitas, serta kemampuan mereka untuk mengurus keluarga.

Studi ini, lanjut dia, harus menjadi peringatan untuk seluruh wanita Indonesia bahwa mereka harus mulai memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan mereka sendiri.

"Kabar baiknya adalah kesehatan tulang, sendi, dan otot dapat diperoleh dengan cara mengubah pola makan dan olahraga," imbuhnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari World Health Organization (WHO), penyakit tulang, sendi, dan otot dapat menjadi penghalang utama untuk hidup sehat dan aktif. Penyakit ini merupakan penyebab disabilitas yang terbesar kedua di seluruh dunia.

Data WHO itu menyebut 2 (dua) dari 5 (lima) penderita penyakit tersebut mengalami keterbatasan dalam aktivitas. Keterbatasan aktivitas fisik akibat penyakit tulang, sendi, dan otot bahkan meningkat 45% dari 1990 hingga 2010. (NURSELINA)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel