Dua Perihal Utama dalam Membangun Ikatan Batin Antar Orangtua dan Anak

SALAH satu tantangan kepengasuhan orangtua hari ini yang harus diupayakan dan diusahakan secara maksimal adalah membangun sebuah ikatan yang mesra (emotional bonding) antar orangtua dan anak.

Sehingga si anak dapat merasakan nikmatnya berinteraksi dengan orangtua. Titiknya hingga dimana sang anak merasakan kenikmatan berbicara dan berdiskusi dengan orangtua terasa lebih nikmat dibanding dengan cuitan-cuitan media sosial.

Ilustrasi seorang ayah yang dipaksa anaknya minta ditemani (source: Twenty20)

Titik dimana kenikmatan interaksi antara orangtua dan anak terasa lebih nikmat dari pada keasyikan bermain game di gadget. Hal ini harus menjadi upaya maksimal bagi orangtua.

Banyak orangtua yang sangat peduli saat anaknya melakukan sesuatu yang salah namun sangat tidak peka terhadap penyebab mengapa mereka melakukan sesuatu yang salah tersebut.

Hal tersebut kemudian menjadi jurang pemisah yang amat sangat lebar  antar hubungan orangtua dan anak.

Hal itulah yang kemudian mejadikan sang anak mencari orang lain yang bisa mendengarkan atau bahkan mencari pendukung setuju dengan apa yang menjadi buah pikirannya.

Salah satu pelarian mereka adalah dunia maya, keasyikan dengan tanggapan di dunia itulah yang membuat mereka semakian hari semakin tidak sosial pada sekitarnya, termasuk orangtua.

Adanya dunia maya yang cukup dengan modal gadget serta jaringan internet itu sudah dapat memuaskan dahaga mereka dari perhatian, tanggapan, serta aksi-reaksi. Maka mereka merasa tercukupi dengan hal itu dan mengabaikan orangtuanya.

Orangtua diharapkan dapat menjadi tempat yang dapat setidaknya bisa memuaskan sang anak dari dahaga berupa interaksi yang nyata bukan maya.

Membangun diskusi yang asyik antar orangtua dan anak merupakan keniscayaan yang perlu dibangun untuk menghindarkan sang anak dari mencari tempat lain.

Kita percaya bahwa kemungkinan sebagian besar orang paham bahwa anak-anak khususnya remaja cenderung membentuk satu perkumpulan untuk mencari identitas “keluarga” disaat keluarga mereka sendiri berantakan.

Demikian pula, remaja yang tidak merasa dikasihi di rumah. Maka ia akan mencari kasih sayang dari sumber-sumber lain, yang jauh lebih asyik dan menyenangkan.

Dua langkah sederhana kemungkinan bisa diupayakan untuk menjaga hubungan antar orangtua dan anak antara lain:

1. Habiskan Lebih Banyak waktu dengan mereka

Ketika kita menghabiskan waktu dengan anak merupakan sebuah tanda bahwa mereka amat penting, dan keberadaan mereka adalah sesuatu yang sangat kita harapkan.

Semakin banyak waktu yang kita berikan maka semakin berkualitas dan lebih baik. Dengan memberikan mereka ruang interaksi yang lebih banyak, diharapkan terbentuknya pengalaman bersama secara alami.

Tidak penting seberapa sibuk orangtua yang terpenting adalah pertemuan sesering mungkin dengan waktu yang berkualitas.

2. Dengarkan mereka!

Letakkan gadget, matikan radio, bahkan hentikan pekerjaan saat anak dengan serius ingin berbicara dengan orangtua. Ia memanglah anak-anak namun justru mereka lebih sensitif saat ia tidak didengarkan.

Jangan sampai gadget menjadi saingan bagi anak yang justru lebih mendapat perhatian dari pada anak itu sendiri.

Bicaralah saat makan, tentang hal-hal di sekolah, tentang pengalaman-pengalaman belajar hingga hal yang paling mereka tidak sukai dan harapkan.

Dengan dua langkah sederhana ini diharapkan agar orangtua bagi anak bukanlah sekedar hubungan melahirkan dan membesarkan namun ia juga merupakan sahabat tempat berdiskusi tempat menuangkan segala problem serta tempat untuk bertukar ide dan pengalaman.

Langkah sederhana ini perlu untuk diperaktekkan agar tidak tersimpan sebagai bacaan dan pengetahuan. Sebab pengetahuan tanpa pengamalan ia akan tetap menjadi pengetahuan.

Selamat mendidik!

NASER MUHAMMAD

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel