Hai Ayah Bunda, Kita Akan Sampai pada Masa itu dan Kembalilah Berkaca

KITA semua akan sampai pada saat itu, saat dimana bersua dalam rumah namun tak saling menyapa. Sebahagia apapun pernikahan pasti akan sampai pada tahap itu.

Semua kita akan sampai pada satu masa dimana bibir terkunci, dan dada disesaki beban berat yang berdesakan ingin tumpah.

Ilustrasi surat pernikahan (source: Pixabay)

Saat dimana mulut mulai keluh, menyesali mengapa dahulu pernah memutuskan tuk menikahinya.

Bentakan, teriakan, bahkan sumpah serapah rasanya ingin saja tertuang bak air bah menghantam emosi yang meluap.
Semua kita akan sampai pada masa itu....
Saat itu tiba, ingatlah janji yang engkau pernah lontarkan, janji di bawah Kalam Ilahi, janji untuk menikahi dan menjaganya hingga akhir usia nanti.

Saat itu tiba, tahanlah lisan dan tanganmu jangan kau tambahkan sakitnya cukuplah derita yang dia rasakan saat melahirkan anak-anakmu.

Saat itu tiba, ingatlah pengorbanannya, serta derita yang engkau telah titipkan padanya dalam menyapih anak-anakmu. Tak pernah sedikitpun ia mengeluh.

Saat itu tiba,  ia mungkin lelah, ia mungkin juga butuh belaian penuh cinta untuk menguatkan tubuh lemahnya yang merapuh karna beban pekerjaan dan amanah yang luar biasa.

Saat itu tiba, biarkanlah ia tumpahkan amarahnya, kesalnya dan juga bebannya. Berilah waktu padanya barang sejenak untuk lepaskan beban yang tengah dipikulnya.

Saat itu tiba, Jangan buru-buru ingin menyelesaikannya, memulangkannya pada orangtuanya. mengusirnya layaknya pendosa.

Ingatlah, firman Allah ‘Azza wa Jalla.

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (isteri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dan hartanya. Maka perempuan-perempuan yang shalih adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suami-nya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz[1] , hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar.” [Q.S. An-Nisaa’ : 34]

Maka saat itu tiba, bersabarlah. Menikah itu ibadah, menikah itu taqwa, menikah itu jalan setapak menuju syurga.

Teruslah berbahagia. Dan saat itu tiba, tetaplah kokoh dalam maslah karna cinta dan ibadah selalu menuntut pembuktian dan perjuangan tuk sampai padaridho-Nya.

NASER MUHAMMAD

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel