Tiga Pola Pengaturan Penggunaan Gadget Secara Positif Bagi Anak

GADGET dewasa ini menjadi trend yang sangat diminati oleh kalangan anak muda. Terlepas dari baik, dan buruknya.

Melarangnya sama sekali, atau bahkan menjauhkannya bisa berdampak tidak baik juga bagi anak jika tidak dibangun komunikasi yang baik dalam langkah penerapan aturannya. Sebab ia akan mencuri waktu atau bahkan kucing-kucingan dengan orangtua dalam memakainya.

Meskipun orangtua tetap harus punya ukuran tentang usia, seberapa ia boleh meggunakan gadget tersebut. Agar gadget menjadi maksimal dalam pemakaiannya. Dan tidak memberi dampak buruk kepadanya.

Aturan-aturan dalam pemakaian gadget harus dikawal dengan ketat dan jangan memberi ruang untuk anak melanggar aturan tersebut.

Oleh karenanya orangtua perlu membuat pola pengaturan untuk membatasi ruang gerak pemakaian gadget bagi anak agar tidak memberi dampak buruk terhadapnya.

Setidaknya ada tiga aturan yang bisa menjadi acuan bagi orangtua dalam membatasi pemakaian gadget yang kami paparkan disini.

1. ‎Tentukan Tempat Pemakaian Gadget

Anak bermain gadget di ruang tengah (source: Pixabay)
Orangtua harus mengatur kapan anak boleh memegang gadget dan kapan tidak. Orangtua harus punya aturan yang jelas untuk hal ini misalnya, tidak ada gadget di kamar tidur. Karena akan mengganggu jam tidur anak ketika ada dering notif masuk.

Begitu juga dengan waktu belajar jangan sampai waktu belajar anak tersita dengan gadget. Saat berada di dalam toilet, saat makan bersama keluarga, saat sedang berbicang dengan seseorang, keluarga atau tamu.

Pada kegiatan kekeluargaan, seterilkan dari penggunaan gadget agar anak tetap fokus. Saat berlibur tinggalkan gadget dan beralihlah pada kegiatan fisik.

2. ‎Waktu Pemakaian Gadget
Konsisten dalam jadwal (source: Pixabay)

Waktu penggunaan gadget bagi anak harus diatur dan aturan ini perlu konsisten dalam pengawalan jangan sampai orangtua melanggar aturannya sendiri dengan cara tidak tepat waktu dalam pengaturannya.

Orangtua harus mengawal aturan waktu ini dengan tegas jangan sampai memberikan keringanan dan pemakluman yang bisa berdampak pada ketidakdispilan anak.

3. ‎Tentukan Aplikasi Yang boleh diinstal

Beragan gadget internet (source: Pixabay)
Hal ini perlu kesepakatan, agar aplikasi yang di jalankan anak dapat terkontrol. Kesepakatan-kesepakan ini tentunya perlu dikomunikasikan dengan baik sembari memberikan kepada anak pertimbangan-pertimbangan serta penjelasan-pejelasan tentang baik dan buruknya sebuah aplikasi.

Orangtua tentunya boleh memberi sangsi sebagai sebuah konsekwensi dari penerapan aturan tersebut agar kesepakatan-kesepakatan tersebut dapat berjalan dan terkontrol dengan baik.

Namun aturan-aturan hanyalah aturan jika orangtua tidak memberikan Contoh yang dapat ditiru oleh anak-anaknya. Jangan berharap anak akan bisa meninggalkan gadget jika disaat yang sama orangtua acuh terhadap anak.

Orangtua harus memberi contoh tentang pemakaian gadget. Jangan menerapkan aturan yang justru orangtualah  yang menjadi inspirasi yang justru ditiru oleh anak-anaknya.

Luangkan waktu mengobrol dengan anak tanpa gadget di tangan. Luangkan waktu bermain dengan melibatkan aktifitas fisik serta buatkanlah aktifitas positif yang dapat mengalihkan perhatian mereka dari gadget.

Dengan menerapkan pola aturan pemakaian gadget di atas diharapkan agar bisa menekan intensitas pemakaian gadget terhadap anak secara luas.

Orangtua pun diharapkan bisa membuat pola aturan yang lebih kreatif serta mendidik agar anak tidak ketergantungan terhadap gadget.

Namun pola itu harus terus diistiqomahkan pelaksanaanya agar tidak menjadi bumerang yang bisa berbalik menerjang orangtua.

NASER MUHAMMAD

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel