SDI di Depok ini Gelar Kajian Parenting "Mendidik Keluarga Cinta Al-Quran"


SEKOLAH Dasar Islam Integral Pondok Pesantren Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat, akan menggelar acara seminar parenting bertajuk "Mendidik Keluarga Cinta Al Qur'an" yang digelar pada Sabtu (4/03/2017).

Panitia dalam keterangannya diterima redaksi mengatakan acara tersebut merupakan lanjutan dari rangkaian kajian yang telah digelar di tempat yang sama dengan tema yang serupa pula pada ajang Muharram Education Fair (MEF) 1438 Hijriyah akhir bulan Muharram lalu.

Panitia menjelaskan, acara ini mengundang narasumber pakar Islamic parenting, praktisi, yang juga merupakan konsultan keluarga, Ust Drs Zainuddin Musaddad atau biasa disapa dengan Abah Zain.

Abah Zain adalah Ketua Yayasan Hidayatullah Balikpapan dan dikenal memiliki enam orang anak yang seluruhnya adalah hafiz Al-Quran.

Menurut panitia, seri yang ke-II ini kembali akan menelaah pentingnya peran orangtua dalam membina anak dan keluarga mengantar mereka menjadi generasi yang beriman, shaleh, berbudi pekerti. Serta tak lupa menanamkan pemahaman cinta pada negeri, penuh bakti untuk agama dan umat.

Acara ini digelar berangkat dari kesadaran pentingnya menyiapkan generasi bangsa yang selain cerdas secara intelejensi juga memiliki kekuatan iman yang akan mengantarnya menjadi generasi insan kamil.

Dijelaskan, salah satu faktor penting keberhasilan hidup seseorang termasuk setiap anak dalam mengarungi kehidupannya adalah komunikasi yang baik. Dengannya, orang itu bisa menjalin hubungan dengan siapa saja tanpa perlu menimbulkan masalah.

Apalagi pada faktnya tidak sedikit buyarnya hubungan rumah tangga bermula dari komunikasi yang buruk di antara pasangan dan jejaring sesama keluarga

Komunikasi yang sehat dan produktif itu tidak hanya sebatas bertukar sapa dan saling bertanya kabar dalam sebuah keluarga. Sebab komunikasi itu juga bisa berfungsi untuk menguatkan jiwa-jiwa yang ada dalam keluarga tersebut.

Maka tak heran, banyak ulama-ulama besar dan tokoh pemimpin yang lahir dari pola didikan komunikasi yang produktif dalam rumah.

Payahnya, terkadang para juru dakwah pun tak luput dari kelalaian itu sendiri. Hal itu biasa disebabkan oleh kesibukan dakwah dan mengajar yang begitu tinggi. Hingga akhirnya lupa atau lalai dengan diri dan keluarga sendiri.

Karena itu jangan sampai ada yang berdalih gara-gara sibuk mengajar atau berdakwah hingga anak sendiri tak pernah disapa atau buta terhadap perkembangan anak-anaknya.

Komunukasi sebenarnya adalah faktor utama yang menentukan kualitas keluarga namun sayangnya hal ini kerapkali terabaikan. Komunikasi dalam keluarga berjalan apa adanya. Tanpa pernah ada rekayasa komunikasi yang didesain sebagai bentuk pembelajaran terhadap anak-anak.

Dampak dari buruknya sebuah komunikasi dalam keluarga bisa meruntuhkan tatanan yang telah diidamkan, alih-alih menjadi kenyataan syurgai. Selain bisa menjadikan hubungan renggang, komunikasi yang salah juga menyebabkan anak-anak kehilangan figur yang bisa diteladani oleh mereka.

Akibatnya, alih-alih berbagi masalah dan persoalan kepada orangtuanya, anak-anak tersebut seringkali lebih memilih melampiaskan masalahnya kepada apa yang ia senangi. Tanpa peduli lagi baik atau buruk perbuatan tersebut.

Nah, penasaran dengan kelanjutan kajian sesi II dari acara seminar parenting ini, buruan daftarkan diri Anda. Panitia menginformasikan bahwa acara ini memiliki ruang terbatas sehingga kuota peserta pun dibatasi. (Jack Abdullah)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel